Tanya Jawab

Prospek Pertumbuhan Reksadana di Indonesia

 

Tanya : Bagaimana prospek Reksa Dana dan Apa Keunggulannya

Jawab : Prospek Pertumbuhan Reksa Dana di Indonesia

Dengan berinvestasi di reksa dana, masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa berinvestasi di pasar modal seperti saham dan obligasi dapat merasakan manfaatnya secara tidak langsung, sehingga pasar modal di Indonesia semakin likuid.

Sebagai instrumen investasi, reksa dana memiliki kelebihan komparatif dibandingkan produk perbankan dan non-perbankan pasar modal yang lain.

Sebagai instrumen investasi, reksa dana memiliki kelebihan komparatif dibandingkan produk perbankan dan non-perbankan pasar modal yang lain. Beberapa hal yang menjadi keunggulannya antara lain:

  • Mendapatkan keuntungan pembebasan pajak berdasarkan PP No. 6/2002 untuk produk reksa dana yang berumur kurang dari 5 tahun.
  • Memperoleh return yang berasal dari kupon/bunga obligasi, deviden, dan capital gain apabila terjadi penjualan kembali unit penyertaan.
  • Terdiversifikasi sehingga risiko menurun dan terkontrol dengan baik.
  • Akses investasi yang lebih luas sehingga memudahkan dalam alokasi aset.
  • Sangat likuid karena dapat dicairkan setiap saat.
  • Potensi return yang lebih tinggi dari suku bunga deposito.
  • Dikelola secara profesional dan murah karena biaya pengelolaan yang relatif lebih rendah.
  • Mudah, fleksibel dan bebas dari pekerjaan administrasi dan analisa investasi.
  • Informasi yang transparan dan laporan yang rutin.
  • Dasar hukum terjamin dan diatur secara ketat melalui peraturan Bapepam.

Keunggulan di atas menjadikan produk reksa dana berpotensi diminati masyarakat.

Di tengah kondisi rendahnya suku bunga perbankan, masyarakat berusaha mencari return yang lebih baik atas dana yang dimiliki dan reksa dana mampu memenuhi hal tersebut.

Dengan berinvestasi di reksa dana, masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa berinvestasi di pasar modal seperti saham dan obligasi dapat merasakan manfaatnya secara tidak langsung, sehingga pasar modal di Indonesia semakin likuid. Investor reksa dana juga dapat memilih reksa dana yang dikehendaki sesuai kebutuhan dan profil risiko mereka masing-masing karena sebenarnya banyak pilihan jenis reksa dana yang menawarkan tingkat risk and return tertentu, seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana saham.

Reksa dana di Indonesia juga berpotensi tinggi untuk menarik investor asing untuk berinvestasi. Akibat krisis, surat berharga di Indonesia seperti saham dan obligasi, yang menjadi portofolio reksa dana relatif lebih murah daripada nilai intrinsiknya (undervalue) di pasar internasional, sehingga sangat diminati investor asing.

Namun demikian prospek reksa dana di atas belum terbukti berhasil. Berdasarkan fakta di lapangan, reksa dana belum banyak dipilih sebagai sarana investasi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari kecilnya jumlah investor reksa dana, yaitu hingga akhir 2004 dari sekitar 200 juta penduduk Indonesia hanya ada 299.063 pemegang saham atau 0,15% dari jumlah penduduk. Banyak orang Indonesia yang enggan berinvestasi di reksa dana karena tidak terbiasa dengan produk investasi di luar perbankan (banking minded) dan cenderung memiliki gaya investasi yang konservatif. Di sinilah diperlukan peran perbankan sebagai agent of sales.

Disarikan dari buku: Menjadi Kaya Melalui Reksa Dana, editor: Eko B. Supriyanto dan Randy Pangalila, halaman: 16-18.

Sumber :http://keuanganlsm.com/prospek-pertumbuhan-reksa-dana-di-indonesia/

oleh Bhisma Syaputra .